Liver , Hepatitis & Perlemakan Hati

Solusi masalah Gangguan Hati dengan Produk Unihelth 

 

Hati merupakan organ vital bagi tubuh manusia, berikut ini adalah fungi hati manusia yang harus kita ketahui :

  • Menawarkan dan juga menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh manusia, proses ini disebut juga dengan proses detoksifikasi. Beberapa jenis asupan bersifat racun seperti obat-obatan dan juga alkohol dibersihkan oleh hati sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Namun, asupan alkohol dan obat-obatan terus menerus akan memperberat fungsi hati sehingga merusak fungsi hati dalam jangka waktu tertentu.
  • Sebagai organ yang menghasilkan protein plasma.
  • Hati merupakan organ yang membantu pembuangan bilirubin. Bilirubin merupakan suatu zat yang tidak baik bagi kondisi tubuh sehingga harus dibuang melalui proses ekskresi.
  • Menghasilkan hormon insulin yang berguna untuk mengubah glukosa menjadi energi.
  • Mengubah berbagai zat makanan yang diabsorbsi di dalam usus kemudian disimpan di suatu tempat di dalam tubuh, selanjutnya zat makanan tersebut akan diubah sesuai dengan kegunaannya.
  • Hati merupakan organ yang mengatur sirkulasi hormon.
  • Meningkatkan suhu darah yang melewati hati agar suhu tubuh tetap stabil.
  • Memakan antigen dan juga mikroorganisme yang dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit.
  • Melakukan pengaturan terhadap komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein, dan berbagai jenis zat lain.
  • Sebagai tempat untuk menyimpan hermatin. Hermatin tersebut berguna untuk proses penyempurnaan sel darah merah yang baru.
  • Membantu empedu untuk menghasilkan cairan empedu. Cairan empedu tersebut memiliki manfaat untuk mengemulsi lemak yang ada di dalam makanan.
  • Ketika dalam kondisi janin, hati berguna untuk membentuk sel darah merah.
  • Membentuk urea sebagai hasil dari perombakan asam amino.
  • Menyimpan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), vitamin B12, dan mineral.
  • Menghasilkan protrombin dan juga fibrinogen. Keduanya berguna untuk mencegah penggumpalan darah.

Itulah beberapa manfaat organ hati bagi tubuh manusia. Begitu banyaknya fungsi hati bagi tubuh kita mengingatkan kita untuk selalu menjaga kondisi organ hati agar selalu sehat serta dapat melakukan tugas dan fungsinya dengan baik.

Penyakit LIVER 

Gangguan fungsi hati yang parah akan menyebabkan penyakit liver. Karena penyakit liver merupakan kerusakan fungsi hati yang sudah pada tahap yang cukup parah. Penyakit yang mematikan juga di sebabkan oleh penyakit liver karena fungsi hati sangat penting untuk kelangsungan hidup.

Awal penyebab penyakit liver bisa dikarenakan obat atau alkohol yang akan merusak fungsi hati, karena terlalu mamaksakan kerja hati semakin berat dan akhir nya tidak dapat di atasi lagi hingga menyebabkan penyakit liver. Atau bisa juga dikarenakan kerusakan fungsi hati karena penyakit hepatitis yang di derita terlalu lama tanpa di beri pengobatan yang baik.

Penyakit liver merupakan penyakit yang serius, sebab penyakit liver merupakan salah satu penyakit hati. penyakit liver akan menyebabkan penurunan fungsi hati, sehingga karena itu tidak dapat berfungsi lagi secara maksimal. hati termasuk organ tubuh yang kuat, sehingga terjadinya penyakit liver akan perlahan lahan, dan menyebabkan penyakit jangka panjang. jaringan organ hati yang masih sehat, secara perlahan lahan akan rusak dan mulai menurun fungsi hati. jadi akan mempengaruhi proses produksi protein, memproses hormon, nutrisi, obat atau pun racun sehingga hal ini akan mengganggu keseimbangan tubuh penderitanya. Apabila penyakit liver sudah semakin parah, karena kerusakan pada hati sudah semakin banyak maka dampaknya akan menyebabkan gagal hati dimana hati tidak dapat berfungsi lagi dengan normal. siapa pun bisa menderita penyakit liver, tetapi lebih banyak dari kalangan usia tua karena faktor gangguan kesehatan atau pun pengaruh dari gaya hidup yang dilakukan sejak usia muda.

Penyakit HEPATITIS 

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebab penyakit hepatitis ini antara lain adalah infeksi virus, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, penyakit autoimun, hasil komplikasi dari penyakit lain, efek samping dari konsumsi obat-obatan maupun kehadiran parasit dan bakteri dalam hati. Dari sekian banyak faktor, virus menduduki peringkat pertama sebagai penyebab paling banyak penyakit hepatitis.

Ada lima macam hepatitis yang disebabkan virus, yakni virus Hepatitis A, virus Hepatitis B, virus Hepatitis C, virus Hepatitis D, dan virus Hepatitis E. Pada umumnya penderita Hepatitis A & E dapat sembuh, sebaliknya B & C dapat menjadi kronis. Virus Hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus Hepatitis B dan dapat memperparah keadaan penderita.

Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis hepatitis karena penderita hepatitis sering tidak bergejala atau tidak gejala tidak khas.

Pemeriksaan untuk hepatitis akut :
– Enzim GOT, GPT
– Penanda Hepatitis A (Anti Hav IgM)
– Penanda Hepatitis B (HGsAg, Anti HBC IgM)
– Penanda Hepatitis C (Anti HCV, HCV RNA)
– Penanda Hepatitis E (Anti HEV IgM)

Pemeriksaan untuk hepatitis kronis :
– Enzim GOT,GPT
– Penanda Hepatitis B (HBsAg,HBe, Anti HBc, Anti HBe, HBV DNA)
– Penanda Hepatis C (Anti HCV,HCV RNA)

Penanda imunitas :
– Anti HAV
– Anti HBs

Hepatitis A 

Hepatitis A adalah golongan penyakit hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian. Virus Hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.

Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.

1. Gejala Hepatitis A 
Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.

2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A 
Penderita yang menunjukkan gejala Hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti obat analgesic/antipiretik untuk menurunkan demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.

Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita.

Hepatitis B 

Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya di dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.

Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.

  1. Gejala Hepatitis B 
    Secara khusus tanda dan gejala terserangnya Hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita Hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.
  2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B
    Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk Hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.Â

Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berperilaku seks kurang baik (ganti-ganti pasangan/homoseksual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B.

Hepatitis C 
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker hati. Sejumlah 85% dari kasus infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.

  1. Gejala Hepatitis C
    Penderita Hepatitis C sering kali tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah : lelah, hilang selera makan, sakit perut, urin menjadi gelap dan kulit atau mata menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzim hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzim hati mengalami fluktuasi bahkan normal.

    2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C
    Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya.

Hepatitis D 
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.

Hepatitis E 
Gejala mirip Hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri (self-limited), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.

Perlemakan hati adalah kondisi ketika lemak yang ada di dalam organ hati menumpuk hingga lebih dari 5-10 persen dari berat total organ tersebut. Penyakit dengan nama lain steatosis ini kebanyakan diderita oleh orang-orang berusia antara 40-60 tahun.

Berikut Produk – produk terbaik untuk solusi masalah gangguan hati dengan produk UNIHEALTH : 

Karena penyakit liver merupakan kerusakan fungsi hati yang sudah pada tahap yang cukup parah. Penyakit yang mematikan juga di sebabkan oleh penyakit liver karena fungsi hati sangat penting untuk kelansungan hidup.

Untuk menjaga kesehatan organ hati, sebaiknya Anda juga menghindari berbagai jenis kebiasaan buruk yang dapat berdampak meningkatnya toksin atau racun di dalam tubuh. Adapun beberapa makanan atau mungkin kebiasaan yang harus Anda hindari adalah:

  • Merokok merupakan kebiasaan yang dapat meningkatkan racun di dalam tubuh. Kandungan nikotin dalam asap rokok juga dapat memicu gangguan jantung, stroke, dan juga kanker. Karena itulah, untuk menjaga kesehatan organ hati berhentilah merokok mulai dari sekarang.
  • Konsumsi minuman beralkohol juga akan meningkatkan kerja hati hingga memicu terjadinya kerusakan. Saat mengkonsumsi minuman beralkohol, hati bekerja berkali-kali lipat lebih tinggi karena harus menyaring dampak negatif dari alkohol.
  • Makanan dengan kandungan kolesterol tinggi akan menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh, tidak terkecuali di dalam hati. Akibatnya, kinerja hati akan terganggu. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak kolesterol adalah makanan cepat saji, gorengan, otak sapi, daging merah, kuning telur, dan butter.
  • Makanan dengan pemanis buatan juga akan meningkatkan kadar gula dalam darah dan menyebabkan gangguan kerja hati. Selain itu, mengkonsumsi makanan dengan kandungan pemanis buatan yang tinggi juga akan menyebabkan penyakit diabetes.

Dan konsumsi secara rutin produk – produk herbal UNIHEALTH untuk terapi pengobatan . Silahkan Langsung hubungin CS untuk mendapatkan produk unihealt untuk terapi pengobatan masalah gangguan hati.  TELPHON / SMS / WA / BBM untuk order dan pemesanan.

Incoming search terms:

  • marketing plan infinycal terbaru 2018
%d bloggers like this: